
Sejarah kecerdasan buatan (AI) dimulai pada abad ke-20, ketika para ilmuwan mulai menggunakan mesin untuk meniru kemampuan otak manusia. Pada tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts menulis makalah tentang "neuron" buatan yang mampu melakukan tugas sederhana seperti analisis pola.
Pada tahun 1956, John McCarthy, Marvin Minsky, Nathaniel Rochester, dan Claude Shannon mengadakan Konferensi Dartmouth, di mana mereka mengajukan ide untuk mengembangkan program komputer yang dapat memecahkan masalah seperti manusia. Konferensi ini dianggap sebagai titik awal kecerdasan buatan sebagai bidang penelitian yang terpisah.
Pada tahun 1959, Allen Newell dan Herbert A. Simon mengembangkan program komputer bernama "General Problem Solver" yang dapat memecahkan masalah sederhana. Pada tahun 1960-an, ilmuwan mulai merancang program komputer yang dapat melakukan pengenalan suara dan pembacaan tulisan tangan.
Pada tahun 1970-an dan 1980-an, AI menjadi semakin populer, dan para ilmuwan mulai mengembangkan sistem penalaran dan pembelajaran mesin yang lebih kompleks. Pada tahun 1997, program komputer yang dibuat oleh IBM bernama "Deep Blue" mengalahkan Juara Dunia Catur, Garry Kasparov.
Sejak saat itu, AI telah terus berkembang, dengan perusahaan teknologi utama seperti Google, Facebook, dan Microsoft berinvestasi dalam pengembangan teknologi AI dan menggunakannya untuk meningkatkan produk dan layanan mereka. Saat ini, AI digunakan dalam berbagai macam aplikasi seperti mobil otonom, asisten virtual, dan pengenalan wajah.
#dari berbagai sumber
